FENOMENA MATAHARI



...

Bila anda pernah menyaksikan gerhana Matahari total di tengah siang seperti GMT 11 Juni 1983 di pulau Jawa (akhir Sya’ban 1403 H), anda akan melihat fenomena seolah Matahari padam sejenak, pemandangan tengah siang yang panas mendadak menjadi tengah malam, karena sorot cahaya Matahari terhalang oleh Bulan.

Fenomena siang dan malam di planet Bumi digubah oleh Matahari dan rotasi planet Bumi. Andaikan Matahari padam atau sorot cahayanya ke planet Bumi terhalang atau tertutup oleh sesuatu maka di Bumi tak ada siang.

Siang tak terlepas dari keberadaan Matahari.

Matahari, sebuah bola gas pijar berukuran sangat besar bila dibanding dengan planet Bumi, volume bola Matahari 1250000 kali lebih besar dibanding dengan bola Bumi. Betapa kecilnya planet Bumi dan apalagi sosok seorang manusia.

Bila kita bandingkan dengan lampu sorot di dalam ruangan dengan daya 1000 watt, Matahari merupakan sebuah bola lampu raksasa dengan daya hampir bertrilyun trilyun kali lebih besar. Lampu sorot buatan manusia yang berdaya 1000 watt pada jarak hanya beberapa meter bisa membuat panas ruangan, kalau diletakkan pada jarak yang jauh seperti posisi Matahari, sorot lampu itu akan tak berarti. Tapi matahari dengan jarak 150 juta km dari planet Bumi masih bisa menghangatkan dan menghidupkan biosfer Bumi.

Lampu sorot buatan manusia hanya bertahan beberapa bulan bila dipergunakan terus menerus, tapi matahari dengan daya bertrilyun trilyun kali telah bersinar bermilyar tahun. Betapa hebatnya manusia membuat lampu, manusia tak bisa membuat lampu seukuran Matahari apalagi lampu sorot yang usianya bisa berjuta atau bermilyar tahun.[]
















© 2016 Iqro - Petualangan Meraih Bintang. All rights reserved , Powered By nanangkristanto.com