MATAHARI DAN BULAN



...

Allah telah memilih dua benda langit yang penting untuk kehidupan sehari-hari Bulan dan Matahari diabadikan sebagai nama surat dalam al Qur’an yaitu al Qamar (surat 54) dan As Syam (surat 91). Al Qur’an telah memberi arahan bagi umat Islam untuk memanfaatkan Matahari dan Bulan untuk keperluan mengatur ritme berdzikir kepada Allah, tidak hanya sekedar menjadi sebuah tontonan bermilyar manusia yang pernah hidup dalam wahana planet Bumi.

Matahari dan Bulan tidak hanya sekedar untuk konsumsi rasionalitas dipelajari di sekolah secara luas. Pola fikir dimulai dari berdzikir kemudian diajak berfikir juga merupakan alur yang mungkin ditempuh oleh umat manusia. Semuanya akan berakhir untuk kehidupan yang tak sebatas untuk kehidupan duniawi saja.

Umat Islam diajar memanfaatkan keteraturan peredaran Matahari dan Bulan untuk menentukan waktu. Matahari dipergunakan untuk menentukan waktu ibadah Shalat lima waktu. Matahari sebagai penerang batu-batu beku yang bertebaran dalam tatasurya, manusia planit Bumi diajak mengenal alam semesta yang lebih luas dan lebih besar dari yang pernah dibayangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan Bulan dan Matahari ini menjadi pembeda antara umat Islam dengan umat manusia yang lainnya. Islam mengajarkan tidak mereduksi dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia, tidak hanya kebutuhan yang bersifat duniawi saja tapi juga kehidupan keimanan akan adanya sang Pencipta dan adanya Akherat, keyakinan itu memerlukan tatacara mengingat Allah pencipta alam semesta, pencipta isi alam semesta, pencipta sistem Bumi, Bulan dan Matahari dengan suatu tujuan, penciptaannya tidak dengan sia-sia, terutama bagi mahluk cerdas manusia.[]




© 2016 Iqro - Petualangan Meraih Bintang. All rights reserved , Powered By nanangkristanto.com